Crows Inside

Best Blog Tips






Crows ~Qwiki

Best Blog Tips

View Crows (manga) and over 3,000,000 other topics on Qwiki.

Stonehenge ~Qwiki

Best Blog Tips

View Stonehenge and over 3,000,000 other topics on Qwiki.

Giraffe ~Qwiki

Best Blog Tips

View Giraffe and over 3,000,000 other topics on Qwiki.

Download Icon Folder Suzuran's Bouya Harumichi Blue

Best Blog Tips
Gambar di atas diolah dari sampul Crows Volume 2 garapan Takahashi Hiroshi. Begitu pula dengan icon-nya. Icon folder Suzuran's Bouya Harumichi Blue bisa diunduh di sini

Salam.

Download Icon Folder Suzuran's Bouya Harumichi BW

Best Blog Tips
Bouya Harumichi adalah tokoh utama dalam mahakarya Takahashi Hiroshi "Crows". Gambar dan icon tersebut diolah dari Crows Volume I. Icon bisa diunduh di sini. Moga-moga bermanfaat bagi para pecinta Crows dan manga garapan Takahashi Hiroshi lainnya.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Brotoseno Dililit Naga

Best Blog Tips
Saya kurang tahu bagian ini. Taksiran saya, bagian ini termasuk dalam kisah Dewaruci dimana dalam lakon tersebut Bratasena (Bima muda) menghadapi banyak rintangan, salah satunya harus bisa mengalahkan ular naga yang besar. Icon folder Brotoseno lilit nogo bisa diunduh di sini. Gambar dan icon diolah dari sini.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Batara Guru

Best Blog Tips
Batara Guru adalah penguasa kahyangan Jonggring Salaka. Saudara Semar dan Togog. Jika Semar berasal dari putih telur dan Togog dari cangkang telur, Batara Guru berasal dari kuning telurnya. Icon folder Batara Guru bisa diunduh di sini. Gambar dan icon diolah dari gambar ini.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Werkudara II

Best Blog Tips
Iconnya bisa diunduh di sini. Gambar dan icon diolah dari gambar yang ada pada halaman ini.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Werkudara

Best Blog Tips
Masih dengan anggota Pandawa nomor dua. Icon folder Raden Werkudara bisa diunduh di sini. Gambar dan icon diolah dari gambar pada halaman ini.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Kurawa Patih Sengkuni

Best Blog Tips
Patih Sengkuni adalah Patih Kerajaan Astina semasa diperintah oleh Prabu Duryudana. Icon folder Patih Sengkuni bisa diunduh di sini. Ukurannya kira-kira 80 KB. Gambar dan icon diolah dari gambar Sengkuni pada halaman ini.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Bima II

Best Blog Tips
Icon folder tokoh Bima ya Werkudara bisa diunduh di sini. Kurang lebih ukuran file-nya 66 KB. Gambar dan Icon diolah dari gambar Bima yang ada pada halaman ini.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Abilawa

Best Blog Tips
Abilawa adalah nama lain Raden Werkudara. Icon folder Abilawa ini bisa diunduh di sini. Ukuran file-nya kira-kira 73 KB saja. Sangat kecil. Mata Anda belum sempat berkedip pun, icon Abilawa ini sudah bisa tersimpan dalam direktori Anda. Moga-moga berguna. Gambar beserta iconnya diolah dari gambar Abilawa yang ada pada halaman ini.

Download Icon Folder Tokoh Wayang Bima

Best Blog Tips
Icon folder tokoh wayang Bima dapat diunduh di sini (kurang lebih 62,1 KB). Moga-moga dapat menghiasi folder Anda yang sepi dan gersang. Gambar di atas dan icon diolah dari gambar Bima di halaman ini.

Beberapa Bukti Tentang Superioritas Karna Atas Arjuna

Best Blog Tips


Berbicara tentang kisah Baratayudha yang heroik, tentu akan sangat menarik jika mengetengahkan perseteruan antara Karna dan Arjuna. Meskipun terlahir dari rahim yang sama serta sama-sama dianugerahi kemampuan memanah yang mumpuni, mereka memilih jalan yang berbeda. Seperti yang telah kita tahu, Arjuna berjuang di pihak Pandawa sedangkan Karna lebih memilih setia membela Kurawa.

Bibit perseteruan di antara mereka bermula tatkala diadakan turnamen untuk menguji kemampuan para pangeran Astina dimana Arjuna berhasil keluar menjadi pemenang. Kemampuan olah senjata, terutama memanah yang ditunjukkan oleh Arjuna mampu membuat para penonton terkagum-kagum. Tanpa diduga di saat itulah muncul Karna yang menantang Arjuna untuk bertarung. Karena merasa tersinggung, Arjuna menerima tantangan tersebut.

Selama pertandingan, kedua ksatria tersebut menunjukkan kemampuan olah senjata yang mengundang decak kagum penonton. Kemampuan keduanya berimbang. Apa yang ditunjukkan Arjuna mampu diimbangi oleh Karna, begitupula sebaliknya. Oleh karena itu, Karna mengusulkan agar diadakan perang tanding dimana salah satu dari mereka harus mati agar diperoleh pemenang diantara keduanya. Durna yang mengetahui seluk-beluk perang menolak usulan tersebut karena kasta Karna yang dianggap lebih rendah dibandingkan Arjuna.

Sebelum perang Baratayudha berlangsung, baik Arjuna maupun Karna semakin giat memperdalam dan mengasah kemampuannya. Melihat kemampuan Karna, Batara Indra merasa khawatir anaknya Arjuna akan mati di tangan Sang Adipati Angga. Indra mengetahui bahwa anting dan baju besi Karna membuatnya tidak dapat dilukai senjata apapun. Ia pun menyamar menjadi seorang brahmana miskin yang meminta sedekah kepada Karna, tepat saat Karna hendak mandi. Sebenarnya Batara Surya telah memperingatkan putranya dalam mimpi bahwa Indra akan menyamar menjadi brahmana dan meminta kesaktiannya. Namun Karna yang terkenal murah hati tetap memotong antingnya dan menyerahkannya pada brahmana itu berikut baju besinya yang sudah dibawanya sejak lahir.

Merasa malu atas kemurahan hati Karna, Batara Indra memberikan senjata saktinya kepada pemuda itu.
Batara Indra berkata,"Engkau hanya bisa menggunakan senjata ini satu kali saja. Siapapun musuhmu, betapapun saktinya, dia akan menemui ajal. Tetapi ingat, begitu selesai kau gunakan, senjata itu akan kembali lagi kepadaku." Setelah berkata demikian, Batara Indra pun menghilang.

Kejadian yang merugikan Karna tidak berhenti disitu saja. Ketika belajar memanggil senjata paling dahsyat, Brahmastra kepada seorang brahmana sakti bernama Parasurama, ia justru dikutuk gurunya sendiri tidak dapat mengingat mantra pemanggil Brahmastra pada saat dibutuhkan. Selain itu ketika tidak sengaja membunuh seekor sapi, ia dikutuk brahmana pemilik sapi bahwa ketika ia sedang berperang kereta kudanya akan terperosok ke dalam lumpur.

Sewaktu tegal Kurusetra riuh ramai karena peperangan antara pandawa dan kurawa, diceritakan Karna bertemu dengan para pandawa (kecuali Arjuna), mengalahkan mereka, dan sebenarnya mampu untuk menghabisi mereka. Namun ia mengurungkan niatnya karena teringat akan janjinya pada Dewi Kunti, ibunya. Ia lebih memilih bertanding dengan Arjuna.

Tatkala melihat pasukan Kurawa diporak-porandakan oleh serangan Ghatotkaca, putra Bimasena, Karna terpaksa menggunakan senjata sakti pemberian Indra untuk membunuhnya. Karena senjata itu hanya bisa dipakai sekali saja, praktis untuk pertarungan selanjutnya Karna bertarung tanpa senjata pamungkas dan anting serta baju besinya yang tidak tembus senjata. Karna hanya mengandalkan kemampuan dan keahliannya ketika melawan Arjuna nanti.

Perang tanding antara Karna dan Arjuna akhirnya terwujud juga dan berlangsung dengan seru. Karna bermain cerdik. Ia memanah dada Arjuna yang membuat Arjuna lumpuh sejenak. Ketika Arjuna belum pulih dari serangan itu, Karna mengarahkan panahnya ke arah kepala Arjuna untuk membunuhnya. Krisna yang bertindak selaku sais menyelamatkan Arjuna dengan memutar dan menekan kereta sehingga amblas ke tanah beberapa senti. Panah Karna pun meleset dari kepala Arjuna.

Dalam cerita yang lain, ketika Karna sudah tepat membidik kepala Arjuna dengan panahnya, Prabu Salya yang menjadi sais kereta Karna menghentakkan tali kekang yang membuat kuda penarik kereta tersentak. Panah yang sejatinya membunuh Arjuna meleset dan hanya mengenai rambutnya saja. Tindakan Prabu Salya ini dapat dimengerti karena meskipun raganya berada di pihak Kurawa namun hatinya tetap bersemayam bersama Pandawa. Tapi setidaknya kejadian di atas banyak dipercaya sebagai bukti superioritas Karna atas adiknya, terutama dalam hal keahlian dan kemampuan.

Kematian Karna di tangan Arjuna juga tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa Arjuna jauh lebih hebat dibandingkan dengan Karna. Di tengah pertempuran, kutukan yang mengiringi tiap gerak-gerik Karna terjadi. Keretanya terperosok ke dalam lumpur, dan di saat itu pula ia lupa mantra pemanggil Brahmastra. Sehingga Arjuna dapat dengan mudah menaklukannya. Bahkan ketika sekarat, ia masih sempat-sempatnya menyedekahkan gigi emasnya pada Krisna yang menyamar menjadi seorang pertapa.

Banyak orang berpendapat, alasan Bhisma tidak mengizinkan Karna berperang bersamanya ketika ia menjadi Senapati adalah karena rasa cintanya pada Pandawa. Jika Bhisma dan Karna bersama-sama muncul di medan pertempuran, Pandawa tidak akan mungkin memenangkan Baratayudha. Saat itu Bhisma berdalih Karna berasal dari kasta yang lebih rendah dan terlalu bersikap angkuh.

Dalam suatu kesempatan, kereta Arjuna terpental beberapa meter oleh panah Karna. Krisna memuji kemampuan Karna akan hal ini. Arjuna yang panahnya berhasil mementalkan kereta Karna berpuluh-puluh meter merasa heran dengan pujian Krisna dan meminta penjelasan. Krisna menjawab, "Aku yang memiliki berat seluruh semesta duduk disini dan kereta ini juga dilindungi oleh Hanoman (kereta Arjuna berbendera Hanoman). Kalau kau hanya sendiri disini, tentu kereta ini akan terpental mengelilingi bumi." (Diolah dari pelbagai sumber)

*Artikel tersebut disalin dari Catatan Facebook Riki Andi Saputro: Beberapa Bukti Tentang Superioritas Karna Atas Arjuna (22 Juli 2011 Pukul 19:12)
**Gambar diolah dari gambar ini.
 
TO TOP Subscribe RSS Twitter!
Best Blogger TipsBest Blogger Tips